Surabaya, 8 Juni 2026 - Avian Brands secara resmi menerbitkan Climate Risk Report pertama perusahaan Pada tanggal 16 Maret 2026 bersamaan dengan publikasi Sustainability Report 2025. Berbeda dengan Sustainability Reports yang sudah diterbitkan sejak tahun 2021. Penerbitan Climate Risk Report ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat transparansi, tata kelola keberlanjutan, serta kesiapan perusahaan dalam menghadapi risiko dan peluang perubahan iklim.
Climate Risk Report tersebut disusun sebagai bentuk komitmen Avian Brands dalam mengadopsi dan beradaptasi terhadap perkembangan standar pelaporan keberlanjutan global, khususnya IFRS S2 terkait Climate-related Disclosures yang diterbitkan oleh International Sustainability Standards Board (ISSB).
Melalui laporan ini, Avian Brands mulai mengintegrasikan identifikasi risiko iklim, analisis dampak bisnis, strategi mitigasi, serta pengelolaan transisi iklim ke dalam proses bisnis dan tata kelola perusahaan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa isu perubahan iklim tidak lagi dipandang sebagai isu non-finansial semata, tetapi telah menjadi bagian penting dalam strategi keberlanjutan dan ketahanan bisnis perusahaan.
Dalam Climate Risk Report perdana ini, Avian Brands memaparkan berbagai aspek terkait climate governance, identifikasi risiko fisik dan risiko transisi, pendekatan manajemen risiko iklim, hingga peluang bisnis dari pengembangan produk dan operasional yang lebih berkelanjutan.
Penerbitan laporan ini juga menjadi bukti kesiapan Avian Brands dalam meningkatkan kualitas keterbukaan informasi kepada investor, regulator, pelanggan, dan stakeholder lainnya di tengah meningkatnya perhatian global terhadap isu iklim dan sustainability disclosure. Direktur Operasional dan Pengembangan Avian Brands, Bapak Robert Christian Tanoko, menyampaikan bahwa perusahaan percaya keberlanjutan bisnis di masa depan sangat dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim dan dinamika global.
“Climate Risk Report ini merupakan langkah awal Avian Brands untuk membangun sistem pelaporan iklim yang lebih transparan, terukur, dan terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan. Kami percaya bahwa perusahaan yang mampu memahami dan mengelola risiko iklim dengan baik akan memiliki daya tahan bisnis yang lebih kuat di masa depan,” ujar Robert Christian Tanoko.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa Avian Brands akan terus memperkuat implementasi sustainability melalui pengembangan efisiensi energi, pengurangan emisi, inovasi produk yang lebih ramah lingkungan, serta penguatan governance dalam pengelolaan risiko iklim perusahaan.
Penerbitan Climate Risk Report pertama ini sekaligus mempertegas posisi Avian Brands sebagai salah satu perusahaan nasional yang mulai aktif mengadopsi praktik sustainability disclosure berbasis standar internasional dan mendukung agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia.
***
Sekilas Tentang PT Avia Avian Tbk
PT Avia Avian Tbk didirikan pada 1978 sebagai per usahaan manufaktur cat terintegrasi. Dikenal dengan nama Avian Brands. Selama lebih dari 4 dekade Avian Brands telah memberikan warna bagi kehidupan jutaan keluarga Indonesia, melalui aneka ragam produk-produk diantaranya Cat tembok Sunguard All in One, Supersilk Anti Noda dan Avitex, cat pelapis anti bocor No Drop, serta cat kayu & besi Avian.
Tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 8 Desember 2021 dengan kode saham (IDX: AVIA), AVIA merupakan pabrik cat dekoratif terbesar dan merupakan pemimpin pasar di industri cat dan pelapis dekoratif di Indonesia berdasarkan survei yang dilakukan oleh Frost & Sullivan.
Saat ini, AVIA menguasai ~26% pangsa pasar di industri cat dan pelapis dekoratif di Indonesia. AVIA memiliki kapasitas dan kemampuan manufaktur yang kuat melalui fasilitas manufaktur di Sidoarjo dan Serang. Integrasi vertikal memungkinkan AVIA untuk memproduksi bahan baku secara internal.
Penjualan AVIA terbagi menjadi solusi arsitektur dan barang dagangan. Solusi arsitektur berkontribusi ~80% penjualan dan segmen barang dagangan berkontribusi ~20% penjualan.
Sejak tahun 2020, Avian Brands memiliki pusat riset, pengembangan dan inovasi pertama di Indonesia bernama Avian Innovation Center (AIC) seluas 5.000 meter persegi.
Sebagai wujud dari komitmen Avian Brands atas pengelolaan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, serta GCG (Good Corporate Governance) sesuai dengan standar internasional, Avian Brands telah berhasil memperoleh dan menerapkan ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu), ISO 14001:2015 (Sistem Manajemen Lingkungan), ISO 45001:2018 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja), ISO 50001:2018 (Sistem Manajemen Energi), dan ISO 27001:2022 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi).
Keberadaan Avian Brands bertujuan untuk memberikan manfaat terdepan dan berkontribusi dalam mewarnai Indonesia.
